Welcome to our website. Ini adalah situs resmi alumni 2009 P.M. Arrisalah.

Tentang Aktivitas di Pondok Modern Ar-Risalah, Bapak Pimpinan K.H. Muhammad Ma'shum Yusuf, artikel Islam, kisah, renungan, puisi, wisuda 629, panggung gembira 629, galeri foto ristec629, galeri video Le Devoir De Rayhan, dan juga pmarrisalah.com

Jumat, 13 Maret 2009

KMI



Di kelas enam ini, kami menemukan arti sebuah perjuangan, arti sebuah pengorbanan, dengan tanpa pamrih. Pondok kami adalah pondok berprogram internasional, tentunya dalam konteks Islam. Pondok dengan bayarannya yang termasuk paling murah, dan juga pondok dengan seluruh gurunya yang mengabdi, mengajar, mencurahkan segalanya untuk kemajuan Islam, untuk masa depan santrinya sebagai pejuang pembela kalimat Allah. Mereka semua berjuang, mengabdi tanpa batas, dengan tanpa digaji…


Pondok kami menyediakan level pendidikan dari jenjang TK/Raudlatul Athfal sampai MA atau KMI, baik putra maupun putri. Jumlah pengajar pondok kami khusus untuk KMI putra ada sekitar seratus lima puluh orang, berasal dari berbagai kalangan: petani, pedagang, dosen, PNS dll. Semuanya rela menyisihkan waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk memajukan pendidikan di pondok ini. Walau tanpa diberi upah, mereka tetap bangga menjadi seorang guru Pondok Modern Ar-Risalah Program Internasional.


Jumat, 27 Februari 2009

Ar-Risalah


Sekolah kami, berbentuk Pondok plus Modern, terletak di 15 km selatan dari kota Ponorogo, terpencil dari segala keramaian, keglamoran, bahkan kerusakan moral yang melanda negeri tercina ini.

Cikal bakal sekolah kami berakar dari Pondok Modern Gontor. karena Pimpinan kami pernah menjadi sebagai sekretaris pribadi salah seorang pendiri pondok tersebut yaitu KH. Imam Zarkasyi selama 20 tahun hingga akhir hayatnya. dengan kurikulum KMI khasnya, yaitu kepanjangan dari Kuliyyatul Mu'allimin Al-islamiyyah, kurang lebih artinya sekolah persemaian para guru.
Sekolah kami dengan segala keterbatasannya, berupaya bertahan dari gempuran pengaruh budaya asing, dengan tetap berkomitmen mandiri mengembangkan kurikulumnya, meski belum diakui oleh pemerintah sebagaimana sekolah swasta lainnya di kota ini.

Kawan, Bukan berarti kami lepas begitu saja dari DEPAG atau DIKNAS, di RISTEC pun ada program MA agar setiap siswanya mempunyai ijazah yang diakui pemerintah.

Tapi lebih dari itu, kami, bersyukur to be RISTEC students (sebetulnya kata yang tepat adalah 'bangga', hanya saja kata ini jika berlebihan ujung-ujungnya adalah takabur.) Kami bersyukur bukan karena pondok ini berplang nama "Internasional College", bukan. seiring berlalunya waktu, menaikkan kami setahap demi setahap ke tingkat terakhir ini, membuat kami semakin sadar bahwa pondok kami tidak kalah hebatnya dari sekolah-sekolah lain yang berlevel Internasional. Ya, tidak kalah dalam hal perjuangan dan semangat mewujudkan tujuan utama setiap muslim. Yaitu tegaknya kalimat Allah di muka bumi ini. I'laa-an li kalimatillaah....