Senin, 10 Agustus 2009

Profil Pondok Modern ar-Risalah

Sudah menjadi perbincangan umum bahwasanya Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki kota-kota bersejarah dan penuh dengan budaya-budaya daerah yang unik baik budaya local maupun budaya keislaman yang tumbuh berkembang seiring dengan kemajuan zaman.


 Diantara kota-kota di Jawa Timur yang bersejarah adalah Ponorogo dengan julukannya sebagai kota REOG baik secara haqiqi maupun harfiah REOG berarti; Religious, Excellent, Objective, Great. Di kota reog inilah terdapat pondok-pondok pesantren yang sudah masyhur ratusan tahun dikancah pendidikan nasional dan telah melahirkan insan-insan sejarah yang merubah Indonesia dan mengharumkan namanya di seantero negeri bahkan luar negeri sekalipun.

 Sekian banyak pondok yang telah melahirkan manusia-manusia intelek yang berkiprah dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan lain sebagainya. Pondok-pondok tersebut memiliki ciri khas masing-masing dalam menjalankan system pendidikan didalamnya, ada yang berprogram salafi, pondok pesantren modern, semi modern maupun penggabungan dari system pendidikan yang ada. Namun satu diantara sekian pondok tersebut adalah Arrisalah yang memiliki program internasional dengan kurikulum yang mengacu pada ajaran Rasulullah SAW yang berbasis pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai ajaran universal.

 Pondok Modern Arrisalah Program Internasional didirikan oleh Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf mulai tanggal 1 Muharram 1403 H / 18 Oktober 1982 M, dan diresmikan oleh KH. Imam Zarkasyi (salah satu pendiri Pondok Modern Gontor) pada tanggal 26 Februari 1985, berada di Kec. Slahung Kab. Ponorogo, 15 KM arah selatan kota Ponorogo Jawa Timur Indonesia. 

TUJUAN (VISI DAN MISI)
Pesantren Program Internasional Pondok Modern Arrisalah adalah pesantren kaderisasi yang menyiapkan calon ulama’ dan pemimpin dunia yang berwawasan Islam dan universal (nasional & internasional). 
Tujuan jangka pendek : santri beriman kuat, berakhlaq mulia, berwawasan jauh, dan perpengetahuan luas, bisa melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, memiliki lapangan perjuangan yang jelas dan sumber ekonomi yang mapan. Singkatnya; menjadi ulama’ dan pemimpin dunia yang diterima amal perjuangannya di dunia dan akherat.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan keseimbangan antara :
● Kepentingan dunia dan akherat
● Ilmu pengetahuan umum dan agama
● Wawasan nasional dan internasional
● Penguasaan bahasa Arab dan Inggris
● Teori dan praktek
● Moral dan intelektual

CIRI KHAS Dari PONDOK MODERN ARRISALAH PROGRAM INTERNASIONAL :
- Bebas dari syirik dan khurofat 
- Beraqidah ahlussunah wal jama’ah
- Berprogram internasional
- Menjadi rahmat manusia sedunia dan untuk semua golongan
- Disiplin ketat, semua kegiatan disesuaikan dengan pendidikan Islam
- Bebas dari rokok, narkoba, dan segala bentuk anarkhisme 
- Berijazah pondok dan negeri.




PELAJARAN POKOK DAN BAHASA PENGANTAR DI PONDOK MODERN ARRISALAH
• Pengetahuan agama Islam secara menyeluruh (kaffah)
• Ilmu pengetahuan umum dan teknologi
• Pelajaran bahasa Arab dan Inggris diaplikasikan secara aktif sebagai bahasa pengantar, pelajaran, percakapan, pidato, diskusi, menulis, dll.
• Tahfidz Al-Qur’an dan Al-Hadits serta pemahamannya secara maksimal.
• Semua mata pelajaran agama berbahasa Arab dan mata pelajaran umum berbahasa Inggris. Semua pelajaran dimulai dari dasar hingga tidak ada kesulitan bagi santri/calon santri.


POLA HIDUP DI PONDOK MODERN ARRISALAH PROGRAM INTERNASIONAL
Dinamika pondok pesantren yang dipacu oleh mobilitas tinggi, berbagai kegiatan aktivitas santri silih berganti, membuat santri dan segenap element di dalamnya terdidik totalitas kehidupannya. Pondok pesantren sebagai kehidupan yang luas (Extended and Integrated Education) pada pembentukan personal attitude santrinya. Pembinaan mental skill, dengan dua gerakan; mengembangkan cita-cita idealisme dan menggali potensi yang ada. Hasilnya, para alumni di berbagai institusi dan berbagai lapangan kerja cukup produktif, dinamis, dan komperatif berbekal norma-norma kepondok modernan seperti keikhlasan, kejujuran, kedisiplinan, dan semuanya Lillahi Ta’ala. Ada semboyan “ Berjasalah tapi jangan minta jasa”. “Barang siapa bersungguh-sungguh niscaya ia akan mendapat hasilnya”.

Amanah dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya membutuhkan kesadaran dan dedikasi tinggi dalam menunaikan hal tersebut. Kecerdasan tidak terbukti cukup sebagai bekal keberhasilan kerjanya, justru pengalaman dan segenap kecerdasan emosional santri, sabar, giat, tekun, cekatan, tanggap merupakan modal besar keberhasilannya.

Dalam rangka melatih dan mendidik santri-santri militan, memang dibutuhkan kegiatan berkesinambungan yang bersifat mendidik. Betul pepatah yang menyebut bahwa “Lisanul haal” bahasa perbuatan lebih mudah diterima daripada hanya bahasa ucapan “Lisanul maqool”.
Maka dengan berbagai aktivitas, semua segenap siswa kelas akhir KMI terlibat di berbagai macam aktivitas. Selain untuk mendidik mental dan sikap siswa, juga menjadi contoh bagi adik-adik kelas dalam menuangkan karyanya, membahasakan karsa untuk menjalin sportivitas, komunikatif, dan solidaritas. Persatuan antar mereka yang berbeda watak dan berbeda ras.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda